Perlukah Desainer Grafis Bisa Fotografi? Jawabannya Pasti Iya, Ini Alasannya
Perlukah Desainer Grafis Bisa Fotografi? Jawabannya Pasti Iya, Ini Alasannya
Apakah desainer grafis harus bisa fotografi? Di era industri kreatif yang serba cepat, jawabannya adalah Iya. Fotografi kini dianggap sebagai "ilustrasi modern", sebagaimana desainer era analog wajib bisa menggambar manual, desainer modern menggunakan kamera untuk menciptakan aset visual yang orisinal. Memiliki kemampuan fotografi memungkinkan desainer mempercepat workflow, memiliki kontrol penuh atas komposisi layout, dan menghasilkan karya yang lebih otentik dibandingkan hanya mengandalkan stok foto dari internet.
Belajar dari Realita Industri Kreatif
Banyak yang bertanya, "Kenapa sih desainer harus repot-repot belajar motret? Ambil saja di internet." Sebagai praktisi yang sudah berkecimpung di dunia desain grafis sejak tahun 2007, saya melihat realita yang berbeda: Dunia kerja tidak selalu menunggu Anda menemukan foto yang pas di mesin pencari.
Dari pengalaman saya melewati berbagai bidang, mulai dari kerasnya dunia percetakan, desain web, hingga kini dipercaya mengelola visual di industri hospitality bintang 5 di Nusa Dua, Bali, satu hal yang pasti: tanggung jawab desainer kini makin meluas. Kita tidak hanya membuat flyer, tapi menjaga estetika visual dari layanan hingga produk fisik. Di sinilah saya menyadari bahwa desain dan fotografi adalah cetakan dua sisi dari lembaran yang sama. :D
Fotografi: "Ilustrasi Modern" Bagi Desainer
Mari kita tarik mundur sedikit. Di era sebelum kamera digital semasif sekarang, seorang desainer grafis wajib memiliki kemampuan menggambar atau membuat ilustrasi manual untuk menciptakan elemen visual dari nol.
Seiring perkembangan zaman, kamera telah bertransformasi menjadi "pensil" dan "kuas" baru. Memotret adalah cara kita membuat ilustrasi di era modern. Jika Anda butuh elemen visual yang sangat spesifik, cara tercepat adalah dengan mengambil kamera, mengatur pencahayaan, dan menjepretnya sendiri. Anda tidak lagi sekadar menyusun elemen yang sudah ada, tetapi Anda sedang menciptakan elemen tersebut dari awal. how cool is that.
Kerja Lebih Cepat dengan Cara yang Lebih Menyenangkan
Dalam dunia modern ini yang menuntut serba cepat, efisiensi adalah segalanya. Namun, efisiensi bukan berarti terburu-buru, melainkan bekerja dengan kontrol penuh.
Contoh kasus sederhana: Promosi Sate Lilit. Bayangkan ketika anda harus mempromosikan menu ini hari ini juga. Dengan kemampuan fotografi, Anda bisa langsung melakukan food styling, memotret dengan sudut (angle) yang sudah disiapkan untuk layout (misalnya menyisakan negative space untuk teks harga, cta), lalu membawanya ke meja desain.
Komposisi desain sudah terbentuk di kepala saat telunjuk masih berada di atas tombol shutter kamera. Hasilnya? Proyek selesai lebih cepat, visual lebih otentik, dan yang paling penting: Anda melatih jiwa kreatif secara utuh untuk menciptakan sebuah masterpiece.
Bagaimana Jika Anda Tidak Suka atau Belum Bisa Memotret?
Tentu itu bukan masalah, tidak semua desainer memiliki minat yang sama terhadap teknis kamera. Mungkin ada yang lebih menyukai dunia tulis-menulis atau fokus pada ilustrasi vektor. It's okay.
Jawabannya sederhana: Minta bantuan profesional.
Jika proyeknya berskala besar atau anda merasa standar teknis Anda belum mencukupi, jangan memaksakan diri. Gunakan jasa fotografer profesional. Namun, dengan memahami dasar fotografi, komunikasi anda dengan mereka akan jauh lebih berkualitas. Anda paham apa itu depth of field, exposure, atau komposisi, sehingga visi desain yang ingin dicapai bisa diterjemahkan dengan sempurna oleh sang fotografer.
Kesimpulan: Investasi Skill yang Tak Ada Ruginya
Bagi Anda yang sedang meniti karier di dunia desain grafis, percayalah: belajar fotografi tidak akan pernah rugi. Ini adalah skill tambahan yang membuat nilai "jual" Anda jauh lebih tinggi karena Anda menawarkan solusi visual yang lengkap.
Di dunia yang menuntut segalanya serba instan dan unik, kemampuan menciptakan aset visual sendiri adalah senjata rahasia. Mulailah mengenali cahaya, sudut pandang, dan komposisi lewat lensa.
Semoga tulisan singkat ini bisa memberi pencerahan bagi perjalanan karier Anda. Tetap berkarya dan terus beradaptasi!